Selamat Malam :)
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan tentang saringan dalam batin yang cenderung menyaring hal-hal positif dan hanya memasukkan hal-hal negatif saja ke dalam pikiran. Ada kalanya fungsi saringan dalam batin kita itu bekerja terlalu giat, sehingga hasilnya adalah kesibukan mencari hal-hal positif dan terus menerus mematahkannya.
Kalau mau membawa contoh dari tulisan sebelumnya tersebut, kita bisa mencoba melihat kasus kolega atau diri sendiri yang membuat kesalahan dalam pekerjaan. Suatu hari, si kolega yang menganggap diri kita salah itu, melapor ke bos tentang ketidakbecusan diri kita. Terjadilah percakapan berikut ini, setelah si kolega itu melapor.