Tuesday, January 18, 2011

Membuat batas diri

Selamat Malam :)

Tulisan ini juga lanjutan dari rangkuman tentang manusia yang tumbuh dengan baik. Topik bahasan kedua adalah tidak bisa membuat batas diri secara seimbang.

Sejarahnya yang juga berasal dari karakteristik alamiah seorang anak, yaitu: rentan.

Idealnya: manusia yang sudah tumbuh dewasa mampu untuk tidak menyakiti orang lain maupun tidak membiarkan dirinya disakiti oleh orang lain. 

Seorang anak tidak mengetahui cara melindungi dirinya sendiri, sehingga ia tergantung pada pengasuhnya untuk melindunginya. Seorang anak adalah makhluk yang sangat rentan terhadap kekuatan apa saja yang bisa merusaknya, karena ia terlalu percaya pada pihak lain terutama pengasuhnya. 

Monday, January 17, 2011

Memupuk keberhasilan

Selamat Siang :)

Akhir-akhir ini saya sedang banyak berinteraksi dengan seseorang yang mendapatkan tanggung jawab baru dalam pekerjaannya: "melakukan perubahan"! Saya yakin, pekerjaan baru orang ini sangat tidak mudah, apalagi ruang lingkup yang perlu diubah cukup besar. Bukan hanya belasan atau puluhan orang, tapi ratusan atau bahkan ribuan orang! 

Kita tidak perlu berpikir tentang memimpin organisasi besar, karena lawan paling besar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Ketika kita merasa kecewa atau tidak puas terhadap diri kita sendiri, perubahan adalah yang diinginkan. Apakah perubahan adalah semata-mata membereskan masalah-masalah yang menjadi sumber kekecewaan dan ketidakpuasan tersebut?

Monday, January 10, 2011

Sejarah rasa rendah diri

Selamat Malam :)

Saya ingin melanjutkan rangkuman dari buku yang saya ceritakan di artikel ini. Yuk langsung kita mulai dari topik pertama: punya rasa rendah diri atau tinggi diri.

Sejarahnya dimulai dari karakteristik alamiah seorang anak, yaitu: berharga.

Idealnya: manusia yang sudah tumbuh dewasa mampu membawa dirinya dari dalam (tanpa terpengaruh pihak luar), dan mampu menempatkan dirinya dalam masyarakat/kemanusiaan.


Di sebuah keluarga yang ideal, karakteristik alamiah ini ditangani dengan baik. Contohnya,

Wednesday, January 5, 2011

Serial "salah pikir"

Selamat Sore :)

Setelah melihat kategori "Serial Salah Pikir" di blog ini, saya menyadari sudah empat artikel saya tulis. Kebetulan memang dari sumber yang membantu saya memahami ini, ada sepuluh jenis salah pikir. Jadi, saya akan melanjutkan serial ini sampai sepuluh jenis konsep itu tercakup. 

Sebetulnya agak rancu juga kalau menyebutnya salah pikir, karena "kesalahan" adalah suatu ketidaksengajaan. "Salah pikir" ini lebih berarti suatu sistem/konsep berpikir yang digunakan untuk menghadapi masalah sehari-hari, sehingga menimbulkan tekanan-tekanan batin bagi pemilik pikiran tersebut. Karena begitu otomatisnya sistem berpikir ini, kadang-kadang si pemilik pikiran tidak menyadari sudah terpikir dan baru menyadari jika sudah mengenai perasaan. 

Sunday, January 2, 2011

Perubahan di tahun baru?

Selamat Malam :)

Di awal tahun, banyak orang membuat resolusi, tentang apa yang ingin dilakukan pada tahun yang baru. Banyak orang membuat target, demi tercapainya hal yang ingin dilakukan itu. Membuat target itu baik untuk membantu kita melihat arah, dan target membantu kita untuk merasa mempunyai tujuan dalam beraktivitas sehari-hari (karena melakukan hal-hal yang berkaitan dengan target tersebut).

Ada kalanya, kita ingin berubah tapi kita tidak tahu ingin membuat target seperti apa, sehingga resolusi tahun baru kita hanya berisi "menjadi lebih baik". Apakah kita tetap akan pada resolusi yang "mengambang" itu, atau ingin sesuatu yang lebih pasti?

Menurut buku yang saya baca, kita tidak perlu mencari tahu