Selamat Sore :)
Setelah melihat kategori "Serial Salah Pikir" di blog ini, saya menyadari sudah empat artikel saya tulis. Kebetulan memang dari sumber yang membantu saya memahami ini, ada sepuluh jenis salah pikir. Jadi, saya akan melanjutkan serial ini sampai sepuluh jenis konsep itu tercakup.
Sebetulnya agak rancu juga kalau menyebutnya salah pikir, karena "kesalahan" adalah suatu ketidaksengajaan. "Salah pikir" ini lebih berarti suatu sistem/konsep berpikir yang digunakan untuk menghadapi masalah sehari-hari, sehingga menimbulkan tekanan-tekanan batin bagi pemilik pikiran tersebut. Karena begitu otomatisnya sistem berpikir ini, kadang-kadang si pemilik pikiran tidak menyadari sudah terpikir dan baru menyadari jika sudah mengenai perasaan.
Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk menulis jenis-jenis salah pikir ini di sini, selain untuk diri saya sendiri juga untuk pembaca. Setelah saya cari-cari di internet, ternyata banyak juga artikel yang membahasnya dengan caranya masing-masing (semua dalam bahasa Inggris). Di sini saya mencoba membahasnya dengan cara saya sendiri, dengan contoh yang mudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mungkin bisa lebih banyak lagi jenis-jenis salah pikir, kalau mau kita pikir-pikir :) Ada artikel yang memberi contoh 16 jenis konsep berpikir. Bisa saja kita kembangkan lagi kapan-kapan. Pada intinya, kesalahan konsep berpikir ini merujuknya pada hal-hal negatif. Hal-hal negatif inilah yang menimbulkan perasaan tidak enak, dan akhirnya membebani pikiran sendiri.
Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas tentang mendiskualifikasi hal-hal positif. Di artikel selanjutnya, saya akan membahas soal "terburu-buru menyimpulkan".
Semangat! :)
2 comments:
salah pikir karena terlalu kreatif mengkhayalkan sesuatu yg negatif?
Bukan khayalan atau kreativitas sih.. Karena ini cara berpikir yg sudah jadi mekanisme otak :) gak kita sadari. Jadi seperti kita belajar suatu jenis olahraga atau alat musik, bisa karena latihan. Jadi, bisa dilatih untuk berpikir dengan cara lain.
Post a Comment